Saat Kita Harus Memilih


Pilihan dalam hidup ini merupakan sebuah keniscayaan yang suka ataupun tidak kita pasti akan menghadapinya. Begitu banyak peristiwa dan kejadian yang menghadapkan kita untuk harus segera mengambil keputusan. Keputusan demi keputusan telah diambil dan dijalani. Akan tetapi terkadang kita cenderung mencari kambing hitam, menyalahkan situasi, menyalahkan orang lain, ataupun bahkan menyalahkan benda dan yang lebih parah adalah kita menyalahkan Sang Penciptan atas kesalahan yang kita lakukan. Kebanyakan kita memilih sibuk dengan urusan – urusan sepele daripada sibuk dengan urusan – urusan yang lebih penting. Kita pun kadangkala memilih sibuk dengan urusan-urusan yang mubah atau sunah daripada memilih sibuk dengan urusan-urusan yang wajib. Semua itu telah mendorong saya untuk membuat tulisan ini. Tulisan ini saya maksudkan untuk diri saya sendiri sebagai sebuah pengingat apabila saya lupa ataupun khilaf atas pilihan yang saya pilih setiap saat. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan bagi siapapun yang menggunakannya sebagai sebuah perenungan.
Ya…memang sulit membuat sebuah keputusan. Apalagi dalam hidup ini kita selalu saja dihadapkan pada dua pilihan, yaitu baik dan buruk, ataupun terpuji dan tercela. Seseorang biasa mengatakan bahwa suatu perbuatan itu baik bila itu memberikan manfaat kepada mereka. Seseorang juga biasa mengatakan suatu perbuatan itu terpuji bila hal itu sesuai dengan norma – norma yang berlaku. Sebagai contoh, seseorang akan mengatakan bahwa si A adalah orang yang baik karena setiap hari dia bekerja tak kenal lelah untuk mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya. Ataupun juga seseorang akan mengatakan bahwa si B adalah orang yang terpuji karena setiap hari dia bekerja sebagai seorang pengangkut sampah yang merupakan pekerjaan halal, bila dibandingkan dengan pekerjaan tercela seperti sebagai seorang pencopet.

Akan tetapi sebagai seorang muslim, seharusnya kita menjadikan tolok ukur baik dan buruk, ataupun terpuji dan tercela itu dengan tolok ukur keridhaan Allah swt. Hal – hal yang baik adalah tindakan – tindakan yang dikatakan baik oleh Allah swt. Sedangkan hal – hal yang terpuji adalah tindakan – tindakan yang diridhai oleh Allah swt. Prinsip inilah yang harusnya dipegang oleh setiap muslim ketika dia dihadapkan pada dua pilihan jalan, yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan. Menggunakan tolok ukur lain selain hal ini hanya akan membuat seorang muslim kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim. Tanda – tanda bahwa dia itu adalah seorang muslim bisa jadi akan hilang atau paling tidak akan pudar.

Barangkali kalimat “hidup ini adalah sebuah pilihan” terdengar sangat remeh dan bahkan mungkin orang – orang menganggapnya tidak penting. Akan tetapi bagi saya kalimat itu adalah kalimat yang bila saya mengingatnya maka saya akan senantiasa terdorong untuk memilih tindakan yang sesuai dengan Islam. Kalimat itu pulalah yang menjadikan saya senantiasa berpikir apakah tindakan saya ini benar dalam pandangan Allah swt ataukah justru sebaliknya. Kalimat ini saya pikir akan dapat membawa seseorang berpikir jernih bahwa setiap tindakannya itu pasti akan membawa konsekuensi baik itu di dunia maupun di akhirat.

Subuh hari ketika azan subuh sayu – sayu terdengar dan kita berada dalam kondisi yang sadar meskipun masih sangat mengantuk, adalah sebuah pilihan bahwa kita akan segera bangun dan pergi shalat subuh ataukah justru malah menebalkan selimut. Begitupun juga dengan puasa di bulan ramadhan, tidak ada yang memaksa kita untuk berpuasa ataupun tidak berpuasa. Demikian juga dengan aktif atau tidaknya seseorang dalam jama’ah dakwah tertentu apapun itu, juga merupakan pilihan. Sistem ekonomi Islam ataukah sistem ekonomi kapitalis yang akan diterapkan oleh pemerintah berkuasa juga merupakan sebuah pilihan. Bahkan apakah kita mau menjadi seorang muslim, ataukah menjadi seorang kafir yang tidak mempercayai bahwa tuhan itu pasti hanya satu, juga merupakan pilihan.

Yang pasti adalah bahwa setiap pilihan yang kita buat akan membawa konsekuensinya tersendiri. Seseorang yang memilih tidak pergi shalat subuh tentu akan diberi azab diakhirat kelak. Demikian pula dengan seseorang yang tidak berpuasa di bulan ramadhan, ataupun justru malah cuwek dengan kondisi masyarakat yang demikian jauhnya dari Islam padahal sebagai orang yang tahu seharusnya dia berdakwah di masyarakat. Hal yang sama juga akan terjadi ketika seseorang lebih memilih menerapkan sistem ekonomi kapitalis yang ribawi daripada menerapkan sistem ekonomi Islam yang diridhai Allah swt. Apalagi orang – orang yang menyekutukanNya dengan sesembahan lain seperti lebih takut kepada Amerika Serikat daripada takut kepada Allah swt dsb.

Jalan Pilihan

Setiap tindakan adalah pilihan, semuanya tergantung kepada kita akan memilih yang mana. Jalan yang buruk ataupun jalan yang baik dapat kita lalui dua – duanya. Sesungguhnya Allah swt berfirman :

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” QS. Al – Balad (90) : 10

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” QS. Al – Ahzab (33) : 36
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.” QS. Al – Jin (72) : 14

Sungguh alangkah indahnya bahwa di dalam setiap shalat, kita berdoa agar Allah swt senantiasa membimbing kita kepada jalan yang lurus. Jalan yang akan membawa keselamatan kepada kita di dunia dan di akhirat. Allah swt berfirman :

”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” QS. Al – Fatihah (7) : 5 -7

Sibuk tidaklah masalah, tetapi sibuk dijalan selain jalan yang diridhai Allah swt maka itu adalah suatu kemalangan yang besar. Semoga saja kita senantiasa menjadi orang – orang yang sibuk mendekatkan diri kepadaNya dengan ibadah dan dakwah. Amin!

Posted on Mei 29, 2010, in Catatan Pribadi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. WOW Keren nie artikelnya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: